Jumat, 02 Oktober 2009

News Ivent Scooterist

Silaturahmi dan Offroad Festival Scooter Owners Group Sukabumi

sog

9-11 Oktober 2009 Sirkuit Bukit Manangel-Pelabuhan Ratu Pendaftaran : Rp. 75.000 (plus asuransi) Hadiah Utama : 1 Unit Vespa, Uang pembinaan, trophy Safety Riding : Body Protector + Helm Full Face Info Pendaftaran : Edy 08562084085, Berod 081573709600

SOG Kendal Halal Bihalal Scooteris
HALAL BIHALAL SCOOTER MANIA " MAAP _ MAAPAN CAH SCOOTER " TGL 3 OKTOBER 2009 di Agro Wisata TIRTO ARUM KENDAL....HTM Rp. 15.000,- dari siang mpe mlm........ RUN DOWN ACARA : 1. Games out bound antar CLUB.... 2. Nice Scooter Motor 3. Jugling Show 4. Dancers 5. Disc Jockey ( Dj ) 6. Live Music Perf.. 7. Give Marchendise 8. NGOBROL - NGOBROL..... Come n Join Us with SOG Cabang Kendal .............!!!!!!!!!!!!!! Contact joined SOG Cabang Kendal : Mr. YANU 08179535376

CELEBES SCOOTER PARTY ( CSP )#5
Diadakan pada tanggal 08-09 Oktober 2009 bertempat di Komp. MTQ Kendari Sulawesi Tenggara. CP. Bp.Sadikin:085241519777; Bp.Aswat:085254399777


Tumpengan ISSO
Segenap para vespa mania dsluruh jawa dan dmana aja, monggo untuk dpt hadir di acra tumpengan Hut ke-12 Ikatan Scooter Solo (ISSO). pd tgl 14-15 November 2009, d alun2 kraton solo..


Anniversary VDC (Vespa Depok Club)
10 – 11 Oktober 2009 At. Villa Ananda, Ciburial, Puncak, Jawa barat HTM. Driver . Rp. 25.000, Boncengers. 15.000 ( Termasuk Makan, Kopi Pagi, Stiker ) Ada Doorprizenya jg lho…… cc. om Edy ( Edot VDC )

Senin, 24 Agustus 2009

Cikajang Adventure

Cikajang, sebuah kecamatan di Kabupaten Garut Jawa Barat. Keindahan alam dan kesejukan udara di kelilingi perkebunan teh di sekitar kecamatan Cikajang menggugah rasa penasaran kami menginjakkan kaki di Tanah Garut. Kami mulai perjalanan dari Camp di Kawali pada sore hari, memperkirakan perjalanan selama tiga jam. Namun siapa sangka motor salah satu diantara kami ada yang mengalami trouble/kerusakan cukup parah sehingga terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanan. Tidak jauh dari situ terdapat camp brother kita WSC-Pagerageung Tasikmalaya yang bersedia membantu. Kami lanjutkan perjalanan menjelang malam hari, tiba di Garut Kota pukul 9:00 Waktu setempat 20 KM lagi menuju Cikajang. Udara Sejuk dan dingin menyambut kedatangan kami di Cikajang Tak lupa Pula Rekan-rekan dari CSC yang dengan sabar menunggu kedatangan Kami, "berrr....dingin sekali disini" ungkap Udong(23) yang merasakan dingin nya malam di Cikajang, begitu datang Semua langsung Tertidur pulas.

cikajang


Keesokan harinya masih terasa begitu dingin walaupun menunjukan pukul 8:00 waktu Cikajang. Kami diajak oleh pemilik rumah kami singgah untuk jalan-jalan ke kebun sayuran miliknya, sekitar 4 KM dari kediaman. baru setengah perjalanan kami langsung disambut dengan embun pagi dan pesona alam yang jarang kami melihatnya. "kenikmatan paling indah dalam hidup ini adalah melihat segala ciptaanNya, dan inilah salah satunya" tegas Ally(19) sambil menghirup udara segar di sekitar pegunungan. Tak lupa kami mengabadikan moment indah tersebut, berikut adalah beberapa jepretannya :...........


cikajang


berfose di depan batu tumpang yang menurut penuturan salah satu warga sekitar adalah batu paling besar se-Dunia


cikajang


Perjalanan untuk naik ke atas batu tumpang, dibutuhkan waktu sekitar 20 Menit untuk sampai di atas puncak nya


cikajang


Di Puncak Batu Tumpang


cikajang


Foto diambil dari puncak batu tumpang


cikajang


Indahnya Kebersamaan, We love brotherhood


cikajang


pemandangan sejuk dikelilingi pegunungan di hamparan megah alam Cikajang

Minggu, 12 Juli 2009

Galunggung the impressive

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.
Letusan Galunggung 1982, disertai petir

Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560x440m yang kemudian dinamakan gunung Jadi.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 (VEI=4) disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 milyar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni.

Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.

Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi kawasan bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yang terputus, pengerukan lumpur/pasir pada beberapa aliran sungai dan saluran irigasi (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai 'benteng' pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke kawasan Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut juga dilakukan eksploitasi pemanfaatan pasir galunggung yang dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun konstruksi jalan raya. Pada tahun-tahun kemudian hingga saat ini usaha pengerukan pasir galunggung tersebut semakin berkembang, bahkan pada awal perkembangannya (sekitar 1984-1985) dibangun jaringan jalan Kereta Api dari dekat Station KA Indihiang (Kp. Cibungkul-Parakanhonje) ke check dam sinagar sebagai jalur khusus untuk mengangkut pasir dari galungung ke Jakarta.

Amanat Galunggung

Amanat Galunggung adalah nama yang diberikan untuk sekumpulan naskah yang ditemukan di Kabuyutan Ciburuy, Kabupaten Garut, salah satu naskah tertua di Nusantara.

Pengantar
Naskah ini ditulis pada abad ke-15 pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna. Naskah ini berisi nasihat mengenai etika dan budi pekerti Sunda, yang disampaikan Rakyan Darmasiksa, Raja Sunda ke-25, Penguasa Galunggung, kepada puteranya Ragasuci (Sang Lumahing Taman).

Isi
Di Kabuyutan Ciburuy, hingga kini orang menyimpan naskah-naskah kuno. Salah satu naskah kuno yang ditemukan di kabuyutan itu—sebelum disimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta—adalah ”Amanat Galunggung”.

Nama atau judul ”Amanat Galunggung” berasal dari filolog Saleh Danasasmita, yang turut mengkaji naskah tersebut, kemudian turut mengompilasikan hasil kajiannya dalam ”Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung” (1987). Naskah ini menggunakan bahasa Sunda kuno dan aksara Sunda. ”Amanat Galunggung” berisi ajaran moral. Dalam naskah ini antara lain disebutkan bahwa kabuyutan harus dipertahankan. Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah. Dengan demikian, dalam tata politik dahulu kala, pusat-pusat kegiatan intelektual dan keagamaan rupanya memiliki kedudukan yang sangat penting. Kabuyutan tampaknya merupakan salah satu pilar yang menopang integritas negara, sehingga tempat itu dilindungi oleh raja, bahkan dianggap sakral

Berikut adalah poin-poin pokok pada halaman pertama naskah tersebut:

* harus dijaga kemungkinan orang asing dapat merebut tanah kabuyutan (tanah yang disakralkan)
* barang siapa yang dapat mendudukan Galunggung sebagai tanah yang disakralkan akan memperoleh kesaktian, unggul perang, berjaya dan dapat mewariskan kekayaan sampai turun temurun
* lebih berharga kulit lasun (musang) yang berada di tempat sampah dari pada putra raja yang tidak mampu mempertahankan tanah airnya
* jangan memarahi orang yang tidak bersalah
* jangan tidak berbakti kepada leluhur yang telah mampu memper-tahankan tanah air pada jamannya.

Selasa, 02 Juni 2009

Foto-foto HUT SOG Indonesia

Kesan mewah dan meriah sangat terlihat ketika kami masuk ke sebuah acara otomotif di kota kembang Bandung. Acara bertema "World Scooter Style" yang berlangsung selama 3 hari itu dilaksanakan tanggal 22-24 Mei 2009 di Piset Square Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 119 Bandung. Dalam rangka 11 th Anniversary SOG Indonesia Acara meliputi Live Music, Dancer, Classic Original Vespa Contest, Modification Vespa Contest, retro Vespa Contest, Lomba mewarnai untuk anak2, Lomba masak untuk ibu2. berikut sedikit hasil jepretan kami dan rekan2....







untuk lebih lengkap lagi silahkan klik disini